Tampilkan postingan dengan label metabolism. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label metabolism. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Maret 2011

sistem pencernaan

0 komentar
Pencernaan

1. Pencernaan mekanis

a. Segmentasi

Ialah suatu kontraksi berbentuk cincin diikuti relaksasi yang ritmis dari segmen-segmen tertentu usus halus sewaktu chyme berada di dalam usus.
Segmentasi akan mengakibatkan chime bergerak maju mundur dengan tendensi lebih bergerak maju sehingga chyme akan tercampur dengan enzim-enzim pencernaan dan terjadi kontak dengan mukosa usus untuk diabsorbsi.
Setelah makanan diabsorbsi segmentasi berkurang dan diganti dengan gerakan peristaltik yang mendorong makanan menuju distal. Segmentasi sendiri terjadi karena adanya pace maker pada otot-otot polos usus yang mampu membentuk potensial aksi sendiri.
Rangsangan saraf parasimpatis memperkuat dan saraf simpatis memperlemah segmentasi.

b. Peristaltik

Ialah kontraksi otot-otot usus halus dibelakang chyme yang hasilnya akan mendorong chyme ke arah usus besar. Umumnya peristaltik terjadi setelah sebagian besar makanan telah diabsorbsi. Chyme bergerak didalam usus ± 60 cm/jam sehingga pencernaaan dan absorbsi di usus berlangsung selama 4-5 jam.

2. Pencernaan kimiawi

Kita coba telaah kembali pencernaan kimiawi pada saluran pencernaan makanan. Didalam mulut makanan yang berupa amilum (zat pati) mengalami pencernaan menjadi maltosa oleh ptyalin (aktivitas ptyalin dihentikan oleh HCl lambung)
Sebagian protein di dalam lambung dicernakan menjadi peptida oleh pepsin dan sebagian karbohidrat telah tercerna oleh ptyalin, sebagian lemak telah tercerna oleh ligual lipase sewaktu masuk ke dalam duodenum. Di dalam usus, getah pankreas, cairan empedu dan getah usus halus bekerjasama untuk menuntaskan pencernaan makanan.
Amylase pankreas akan merubah sisa-sisa amilum menjadi maltosa. Laktosa dan sukrosa tidak dicernakan pada mulut dan lambung. Didalam usus laktosa dicernakan oleh lactase menjadi glokosa dan galaktosa. Sukrosa oleh enzim sukrase dicernakan menjadi glokosa + froktosa, dan maltosa oleh enzim maltase dicernakan menjadi 2 glukosa.
Tripsin dan chymotripsin merubah protein menjadi peptida . carboxypeptidase dan aminopeptidase masing-masing memecah ikatan peptida pada ujung molekul polipeptida yang mengandung gugus karboksil dan amino.
Ribonuklease dan deoxyribonuklease memecah DNA dan RNA menjadi nukleotida, kemudian menjadi pentosa, purin dan pirimidin.
Garam empedu mengemulsikan lemak menjadi butiran-butiran kecil di dalam chyme sehingga lipase dapat mencapai molekul-molekul lemak dan menghidrolisa menjadi 2 asam lemak dan 1 monohlyserida.

Jumat, 11 Februari 2011

Beberapa Istilah Dalam Metabolisme

1 komentar
Setelah beberapa hari absen posting di blog ini (sibuk ngurus yang lain) kali ini saya ingin membagi pengetahuan (mungkin juga sudah banyak yang tahu) tentang beberapa istilah dalam metabolism.

Metabolisme Basal atau Basal Metabolism Rate(BMR)

Ialah kecepatan metabolisme yang diukur pada keadaan istirahat sempurna (fisik dan mental) pada suhu kamar sejuk, 12 jam setelah makan terakhir. Energi yang dikeluarkan pada BMR digunakan untuk homeostatis misalnya denyut jantung, bernafas, fungsi ginjal, dan saraf. Besar BMR tegantung pada luas permukaan tubuh, jenis kelamin, demam, keadaan hormon, usia, kehamilan, dan kelaparan. Diperkirakan BMR rata-rata seseorang 1kkal/kg/jam atau 40 kkal/m2/jam (m2 = luas permukaan tubuh, luas rata-rata orang dengan berat 60kg = 1,6m2).

Specific Dynamic Action

Ialah energi yang diperlukan bila seseorang mencernakan, mengabsorbsi dan mentransport nutrien dalam tubuh. Energi untuk specific dynamic action adalah 10% (BMR + aktifitas fisik)

Kebutuhan Kalori Setiap Hari

Secara praktis kalori yang dibutuhkan seseorang dapat dihitung dari:
- Seorang pekerja kantor banyak duduk perlu energi : BMR + 20%BMR
- Seseorang yang agak aktif perlu energi : BMR + 30%BMR
- Seseorang yang lebih aktif perlu energi : BMR + 40%BMR
- Seseorang yang sangat aktif perlu energi : BMR + 50%BMR
Semua itu masih perlu ditambah 10% dari total hasil diatas untuk specific dynamic action.

Heat Exhaution dan Heat Stroke

Bila seseorang memasuki suatu lingkungan yang panas dan hal ini berlangsung cukup lama maka untuk mempertahankan suhu tubuh orang tersebut akan mengeluarkan keringat berlebihan (kehilangan cairan dan garam-garam), kemudian dapat menimbulkan shock hyrovolemia dengan tanda-tanda denyut jantung melemah, kulit basah, pucat, tekanan darah turun, kondisi ini disebut juga heat exhaution.
Dapat juga orang tersebut terganggu kemampuan untuk menurunkan suhu tubuhnya, kulitnya tetap kering (sedikit berkeringat), suhu tubuh meningkat (>210C), denyut jantung cepat dan fungsi otak terganggu, penderita merasakan sakit kepala, pusing-pusing. Kondisi ini disebut Heat Stroke.
Pada heat exhaution penderita harus diberi cairan garam. Pada penderita heat stroke penderita harus disiram dan direndam air dingin. Heat exhaution dan heat stroke sering terjadi pada orang-orang yang menunaikan ibadah haji.

Frosbite, Frostnipe, Hypotermia

Kedinginan bbisa menimbulkan gangguan struktur dan fungsi kulit, sel-sel darah dan pembuluh darah atau menurunkan suhu tubuh (hypotermia). Frostnip sering terjadi pada orang-orang yang berada pada udara terbuka. Pada musim dingin, muka telinga, jari-jari menjadi pucat, dingin dalam 2-3 hari kemudian menyebabkan kulit melepuh dan mengelupas. Pada frosbite bagian yang terkena serangan menjadi putih dingin, tak berasa, bila dipanaskan menjadi merah dan sakit. Frosbite bisa mengakibatkan kematian jaringan. Pada hypotermia proses menggigil sering terhenti sehingga terjadi penurunan suhu tubuh yang mengakibatkan kekacauan mental, halusinasi, pernafasan dan denyut jantung menjadi lambat. Pada semua kasus, tindakan yang perlu dilakukan ialah penghangatan dengan baju hangat ataupun dengan air hangat.

Semoga bermanfaat.

Kamis, 12 Agustus 2010

Protein GM130 Pada Badan Golgi Mengatur Morfologi Dan Fungsi Dari Sentrosom

1 komentar

Tulisan ini berisi tentang penelitian yang dilakukan pada aparatus golgi, lebih spesifik lagi yaitu pada salah satu jenis protein yang ada padanya, yakni protein GM130. Peneliti berusaha menggali informasi mengenai kaitan antar protein ini dengan bentuk dan fungsi sentrosom pada sel.
Sentriol pada sel hewan dapat dibentuk melalui dua jalur, melalui jalur template-based dan de novo formation. Pembentukan sentrosom terjadinya pada saat sel pada fase sintesis. Fase-fase pembentukan pada sel sangat penting artinya untuk kelangsungan sel, karena ia nantinya akan menentukan berapa sel hasil pembelahan yang dilakukan, kearahmana kromosom harus berpindah, dan juga bagaimana proses pembagian tiap set kromosom.
Berdasarkan penelitian ada bukti kuat fase-fase pembentukan sentrosom tersebut diatur oleh badan golgi, dalam hal ini protein dari golgi. Peneliti membuktikan bahwa protein GRASP65 dan GM130 yang terdapat pada badan golgi berperan dalam proses pembentukan benang-benang spindel dan juga perkembangan sel. Berkurangnya jumlah protein ini menyebabkan benang spindel arahnya menyimpang dari jalur seharusnya, kegagalan menangkap kromosom, dan kematian sel.
Protein GM130 berbentuk seperti kumparan yang melilit bagian cis dari badan golgi, protein ini juga sekaligus mengatur keberadaan protein GRASP65. Berdasarkan penelitian sebelumnya telah diketahui pula protein GM130 juga berperan pada proses fragmentasi badan golgi pada saat pembelahan sel, transportasi antara retikulum endoplasma - badan golgi, pembentukan pita badan golgi, dan migrasi sel.
Penelitian ini memberikan bukti bahwa protein GM130 pada badan golgi mengatur proses asosiasi antara protein GRASP65 dengan badan golgi yang diperlukan pada proses pembentukan gelendong pada kedua kutub sel pada proses pembelahan sel. Namun proteinGM130 terbukti tidak mengatur secara langsung proses tersebut. lebih kusus peran protein GM130 adalah untuk mengatur morfologi kromosom dan juga fungsinya sebelum sel memasuki tahapan bembelahan sel.
Protein GM130 diperlukan untuk pembentukan kedua jenis sentromer yang normal pada saat sel berada pada fase interfase maupun pada saat pembelahan sel. Temuan lainnya adalah bahwa protein GM130 juga berperan dalam siklus sel, organisasi sentrosom maupun fungsi dari sentrosom. Dan proses-proses tersebut juga dibantu oleh kehadiran protein GRASP65.
Selain efek pada sentrosom, peneliti menemukan bahwa berkurang/rusaknya protein GM130 pada badan golgi mengakibatkan gangguan pada sistem organisasi mikrotubulus, dan juga gangguan pada proses migrasi sel. Menurut peneliti peristiwa ini terjadi sebagai akibat konsekuensi dari gagalnya pembentukan sentrosom pada fase interfase, dan juga karena protein GM130 berperan dalam mengkoordinasi mikrotubulus dan juga migrasi sel.

Sabtu, 31 Juli 2010

Insulin

0 komentar

Insulin adalah hormon yang mengendalikan gula darah. Tubuh menyerap mayoritas karohidrat sebagai glukosa (gula darah). Dengan meningkatnya gula darah setelah makan, pankreas melepaskan Insulin yang membantu membawa gula darah ke dalam sel untuk digunakan sebagai bahan bakar atau disimpan sebagai lemak apabila kelebihan. Tampa bantuan hormone, kadar gula darah akan mengalami fluktuasi yang besar. Kadar gula darah akan segera meningkat sesudah makan, dan sebaliknya jika tidak ada asupan makanan pada priode tertentu, kadar gula darah akan turun sangat rendah. Untuk mencegah terjadinya fluktuasi yang membahayakan tubuh akan meregulasi glukosa darah dengan menggunakan hormone insulin. Hormone insulin disekresikan oleh sel-sel beta pancreas apabila kadar gula darah meninggi (hiperglikemia), yang biasanya terjadi sesudah makan. Peningkatan kadar gula darah ini akan merangsang sekresi insulin dari sel-sel β pulau langerhans pancreas. Sekresi insulin ini berlangsung dalam dua fase, pada fase pertama kadar insulin melonjak tinggi seketika. Hal ini terjadi 10 menit setelah kenaikan kadar gula darah, karena ada simpanan insulin dalam granula. Kemudian terjadi fase kedua yang bersifat lambat berlangsung selama lebih dari 10 menit sampai 2 jam. Dalam jam pertama seseudah makan, gula darah meningkat sampai 160 mg%, dan kemudian menurun lagi berkat pengaruh insulin, sehingga 2 jam sesudah makan kadar gula darah normal kembali yakni 160 mg%. insulin akan merangsang pengambilan glukosa oleh jaringan dan kemudian memecahnya menjadi energi, penyimpanan dalam bentukglikogen dan mengubahnya lemak. Dengan proses tersebut kadar gula darah akan menurun dan kembali normal. Sebaliknya bila kadar gula darah rendah, hormone glukagen yang dihasilkan sel-sel α pancreas akan menstimulasi sintesa glukosa dari asam amino yang mengebabkan terlepasnya glikogen dari hepar, yang akan meningkatkan kadar gula darah. Jadi aktivitas hormone insulin dan glikagon berlawanan satu sama lain

Selasa, 27 Juli 2010

pertanyaan seputar sistem pencernaan

0 komentar
a) Mengapa pada percobaan di atas harus menggunakan usus ikan yang masih segar?
Jawab
Agar proses metabolisme masih berlangsung dan enzimnya pun masih aktif (tidak mati)
b) Waktu menghaluskan usus ikan kita menggunakan beberapa tetes toluen, mengapa?
Jawab
fungsi toluene sebagai antiseptic yaitu menghambat pertumbuhan mikroba sehingga tidak terjadi pembusukan pada ekstrak yang dibuat sebagai desinfektan
c) Ciri-ciri apa yang dapat dikemukakan bahwa dalam percobaan tersebut diatas ada enzim amilase, maltosa (invertosa), amilum dan tripsin pada usus ikan mas?
Jawab
Ciri bahwa dalam percobaan itu terdapat enzim amilse dan tripsin serta zat maltosa dan glukosa yaitu dapat dilihat dari indikator warnanya yang menandakan bahwa adanya reaksi yang terjadi .
Amylase : perubahan warna dari biru tua menjadi hijau bening setelag ditetesi benedict
Maltase : peubahan warna dari biru kehitaman menjadi biru kehijauan ditetesi benedict
Amilum : perubahan warna setelah ditetesi iodium dari warna kuning menjadi biru
Trirsin : perubahan warna dari ungu menjadi coklat setelah ditetesi larutan biuret
d) Apa pengaruh cairan empedu terhadap minyak? Mengapa proses ini penting dalam pencernaan lemak?
Jawab
Di dalam empedu terdapat cairan empedu yang berfungsi dalam proses pengemulsian lemak. Pengaruh cairan empedu terhadap minyak akan mengemulsi (sebagai emulgator). Prosesnya pada dasarnya akan memecahkan ikatan lemak pada minyak hingga menjadi bagian terkecil dan larut.
e) Bagaimana terjadinya vakuola makanan?
Jawab
Vakuola makanan terjadi apabila makanan masuk ke dalam tubuh melalui cyclostoma Vakuola makanan tersebut terjadi apabila ada makanan yang telah ditangkap oleh silia, yang kemudian dinding sel membentuk invaginasi, sehingga makanan masuk kedalam sel.

f) Apakah vakuola makanan itu bergerak?
Jawab
Ya, vakuola makanan bergerak searah jarum jam.
g) Jika bergerak, kemana arah dan berapa lama sampai terjadi defekasi?
Jawab
Vakuola makanan bergerak searah jarum jam. dan bergerak cepat sehingga terjadi defekasi.
h) Pencernaan makanan pada vakuola memerlukan enzim pada PH tertentu. Apa yang menjadi ciri bahwa ada perubahan PH? Jelaskan dengan menglihat warna pada congo red?
Jawab
Adanya perubahan pH dapat dilihat oleh adanya perubahan pH pada vakuola makanan. Mula-mula, vakuola makanan berwarna merah (hal ini menunjukan bahwa vakuola makanan berada dalam suasana asam). Setelah makanan masuk ke vakuola makanan , warna vakuola makanan berubah menjadi biru (suasana vakuola makanan menjadi basa). Perubahan warna ini menjadi indikasi adanya proses pencernaan makanan pada Paramecium.

Senin, 26 Juli 2010

Pencernaan Makanan Dan Enzim Pencernaan

0 komentar
Semua makhluk hidup memerlukan makanan yang digunakan sebagai sumber energi. Proses pencernaan pada hewan invertebrata, misalnya amoeba (hewan bersel satu) dilakukan secara intrasel. Selanjutnya hewan yang bersel banyak, misalnya Coelenterata dan Platyhelminthes proses pencernaan dilakukan secara ekstrasel. Sistem pencernaan pada vertebrata mempunyai pola yang sama terdiri atas : mulut, esofagus, lambung dan usus.
Proses pencernaan makanan diperlukan enzim-enzim tertentu yang dihasilkan oleh berbagai kelenjar pada sistem pencernaan makanan, misalnya enzim tripsin, pepsin, amilase, proteose, lipase dan sebagainya. Enzim pencernaan tersebut akan memecah molekul-molekul bahan makanan menjadi molekul-molekul yang lebih kecil, sehingga makanan dapat diserap oleh tubuh. ( Tim dosen praktikum Fisiologi Hewan UPI, 2006).
Fungsi suatu enzim ialah sebagai katalis untuk proses biokimia yang terjadi dalam sel maupun di luar sel. Suatu enzim dapat mempercepat reaksi 108 sampai 1011 kali lebih cepat daripada apabila reaksi tersebut dilakukan tanpa katalis. Jadi enzim dapat berfungsi sebagai katalis yang sangat efisien, di samping itu mempunyai derajat kekhasan yang tinggi. Seperti juga katalis lainnya, maka ensim dapat menurunkan energi aktivitas suatu reaksi kimia. Reaksi kimia ada yang membutuhkan energi (reaksi endergonik) dan ada pula yang menghasilkan energi atau menghasilkan energi (eksergonik). Misalkan pembentukan ikatan antara senyawa A dengan senyawa AB akan mengeluarkan energi. Terjadinya senyawa AB dari A dan B membutuhkan energi sebesar p, yaitu selisih energi antara A dan B dengan AB. Sebaliknya penguraian senyawa AB menjadi senyawa A dan B mengeluarkan energi sebesar P pula. Terurainya senyawa AB tidak dapat berjalan dengan sendirinya, tetapi harus terbentuk lebih dahulu senyawa AB aktif. Untuk pembentukan AB aktif ini dibutuhkan energi sebesar a, yang disebut energi aktivasi. Makin besar harga a, makin sukar terjadinya suatu reaksi. Dengan adanya katalis atau enzim, harga energi aktivasi diperkecil atau diturunkan. Dengan demikian akan dapat memudahkan atau mempercepat terjadinya suatu reaksi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim adalah sebagai berikut :
a. Temperatur
Karena enzim tersusun dari protein, maka enzim sangat peka terhadap temperatur. Temperatur yang terlalu tinggi dapat menyebabkan denatursai protein. Temperatur yang terlalu rendah dapat menghambat reaksi. Pada umumnya temperatur optimum enzim adalah 30-40ºC.
Kebanyakan enzim tidak menunjukkan reaksi jika suhu turun sampai sekitar 0ºC, namun enzim tidak rusak. Bila suhu normal kembali, maka enzim akan aktif kembali. Enzim tahan pada suhu rendah, namun rusak di atas suhu 50ºC.
b. Perubahan pH
Enzim juga sangat terpengaruh oleh pH. Perubahan pH dapat mempengaruhi perubahan asam amino kunci pada sisi aktif enzim sehingga menghalangi sisi aktif berkombinasi dengan substratnya. pH optimum yang diperlukan berbeda-beda tergantung jernis enzimnya.
c. Konsentrasi enzim dan substrat
Agar reaksi berjalan optimum, maka perbandingan jumlah antara enzim dan substrat harus sesuai. Jika enzim terlalu sedikikt dan substrat terlalu banyak reaksi akan berjalan lambat dan bahkan ada substrat yang tak terkatalisasi. Semakin banyak enzim, reaksi akan semakin cepat.

Minggu, 18 Juli 2010

METABOLISME

2 komentar
Setiap mahluk hidup di bumi, tidak peduli apakah dia uniseluler, multiseluler ataupun aseluler sekalipun, selalu mengalami proses perombakan dan penyusunan senyawa-senyawa kimia untuk menghasilkan energi maupun menyimpan energi dalam tubuhnya. Peristiwa tersebut biasa dikenal dengan nama Metabolisme.
Metabolisme hanya terjadi didalam sel, terkadang diawali dahulu dengan proses pencernaan makanan (pada hewan tingkat tinggi). Secara keseluruhan metabolisme terdiri atas peristiwa penyusunan senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks untuk menyimpan energi dalam bentuk energi kimia (anabolisme), dan perombakan senyawa kompleks menjadi lebih sederhana untuk menghasilkan energi
1. Katabolisme
Seperti dijelaskan sebelumnya katabolisme merupakan proses perombakan senyawa kompleks menjadi sederhana untuk mendapatkan energi. Namun untuk melakukannya senyawa kompleks tersebut tidak serta merta dapat berubah langsung menjadi senyawa sederhana dan menghasilkan energi. Pada prosesnya dibutuhkan energi aktivasi.
Energi aktivasi adalah energi yang diperlukan oleh suatu senyawa untuk dapat bereaksi.dalam sel energi aktivasi dapat diturunkan menggunakan peranan enzim sehingga energi aktivasi tidak sebesar awl mulanya. Sementara energi yang dipakai untuk memenuhinya adalah energi dari perombakan ATP menjadi ADP
Dalam prosesnya senyawa yang akan dimetabolisme tersebut akan mengalami sedikitnya 4 tahapan. Tahapan tersebut terdiri atas glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, siklus krebs, dan transfer elektron.
Glikolisis
Zat metabolit misalkan glukosa yang memiliki Carbon 6 buah, akan ditambahkan posphate dari ATP sehingga menjadi Glukosa 6 posphate, kemudian ditambahkan lagi Phospate dari ATP menjadi Glukosa 1,6 phospate setelah itu glukosa 1,6 phospate mengalami proses proses enzimatis oleh enzim fruktase menjadi fruktosa !,6 phospate.ATP yang dipergunakan diawal glikolisis inilah yang biasa disebut energi aktivasi.setelah mendapat energi maka fruktosa 1,6 phospate menjadi berenergi tinggi dan tidak stabil, sehingga terbagi menjadi 2 molekul beratom karbon 3 buah. Yaitu gliseral dehid phospate dan dihidroksi aseton phospate.dihidroksi aseton phospate merupakan isomer dari gliseraldehid Phospate, tapi karena dihidroksiaseton phospate bersifat tidak stabil, maka ia selanjutnya akan berubah pula menjadi gliseraldehid phospat.
Gliseraldehid phospate kemudian akan mendapatkan Phospat lagi, namun tidak berasal dari ATP melainkan berasal dari phospat anorganik dari makanan yang kita makan, karena itu kita sangat dianjurkan untuk memakan makanan yang mengandung P cukup. Karena Phospat sangat sangat dibutuhkan tubuh kita. Setelah mengalami penambahan phospat maka gliseraldehid phosphat akan menjadi 1,3 difosfogliserat.
1,3difosfogliserat ini selanjutnya akan melepaskan P berenergi tinggi untuk diikan dengan 2 ADP karena ada dua phospat yang dilepaskan oleh 1,3 difosfogliserat. Hasil akhir glikolisis adalah berupa asam pivat (piruvat acid).yang selanjutnya akan memesuki tahap dekarboksilasi oksidatif. Dari tahapan tersebut terlihat bahwa glikolisis menghasilkan 2 ATP, namun karena ada dua senyawa gliseraldehid 3P (yang salah satunya berasal dari perombakan dehidroksi aseton phospat) maka ada 4 ATP yang dihasilkan.bila 4ATP yang dibutuhkan ini dikurangi dengan 2 ATP yang diperlukan untuk energi aktivasi maka hasil bersihnya adalah 2 ATP.

Kamis, 27 Agustus 2009

How to Boost Your Metabolism (part 2)

0 komentar
Part 1: What is Metabolism?
Some people think that the metabolism is a kind of organ, or a body part, that influences digestion.
Actually, the metabolism isn’t any particular body part.
It’s the process by which the body converts food into energy.
Hence, you’ve likely heard of the phrase metabolic process used synonymously with the term metabolism, because they both mean the same thing.
The Medical Mumbo Jumbo
This isn’t a complicated medical text (which should be great news to most of you!), and so we don’t need to spend an unnecessary amount of time and space focusing on the layered complexity of the human body and its extraordinary intelligence.
Yet without drilling deeply into medical details -- which are not relevant for our general understanding purposes -- it’s helpful to briefly look at the biological mechanisms behind metabolism.
10
Metabolism, as mentioned above, is the process of transforming food (e.g. nutrients) into fuel (e.g. energy). The body uses this energy to conduct a vast array of essential functions.
In fact, your ability to read this page – literally – is driven by your metabolism.
If you had no metabolism – that is, if you had no metabolic process that was converting food into energy – then you wouldn’t be able to move.
In fact, long before you realized that you couldn’t move a finger or lift your foot, your internal processes would have stopped; because the basic building blocks of life – circulating blood, transforming oxygen into carbon dioxide, expelling potentially lethal wastes through the kidneys and so on – all of these depend on metabolism.
Keep this in mind the next time you hear someone say that they have a slow metabolism.
While they may struggle with unwanted weight gain due to metabolic factors, they certainly have a functioning metabolism.
If they didn’t, they wouldn’t even be able to speak (because that, too, requires energy that comes from, you guessed it: metabolism!).
It’s also interesting to note that, while we conveniently refer to the metabolic process as if it were a single function, it’s really a catch-
11
all term for countless functions that are taking place inside the body. Every second of every minute of every day of your life – even, of course, when you sleep – numerous chemical conversions are taking place through metabolism, or metabolic functioning.
In a certain light, the metabolism has been referred to as a harmonizing process that manages to achieve two critical bodily functions that, in a sense, seem to be at odds with each other.
12
Anabolism and Catabolism
The first function is creating tissue and cells. Each moment, our bodies are creating more cells to replace dead or dysfunctional cells.
For example, if you cut your finger, your body (if it’s functioning properly) will begin – without even wasting a moment or asking your permission –the process of creating skin cells to clot the blood and start the healing process. This creation process is indeed a metabolic response, and is called anabolism.
On the other hand, there is the exact opposite activity taking place in other parts of the body. Instead of building cells and tissue through metabolism, the body is breaking down energy so that the body can do what it’s supposed to do.
For example, as you aerobically exercise, your body temperature rises as your heart beat increases and remains with a certain range.
As this happens, your body requires more oxygen; and as such, your breathing increases as you intake more H2O. All of this, as you can imagine, requires additional energy.
After all, if your body couldn’t adjust to this enhanced requirement for oxygen (both taking it in and getting rid of it in the form of carbon dioxide), you would collapse!
13
Presuming, of course, that you aren’t overdoing it, your body will instead begin converting food (e.g. calories) into energy. And this process, as you know, is a metabolic process, and is called catabolism.
So as you can see, the metabolism is a constant process that takes care of two seemingly opposite function: anabolism that uses energy to create cells, and catabolism that breaks down cells to create energy.
Indeed, it’s in this way that the metabolism earns its reputation as a harmonizer. It brings together these apparently conflicting functions, and does so in an optimal way that enables the body to create cells as needed, and break them down, again as needed.
Metabolism and Weight Loss
By now, you already have a sense of how metabolism relates to weight loss (catabolic metabolism, or breaking cells down and transforming them into energy).
To understand this process even more clearly, we can introduce a very important player in the weight loss game: the calorie.
14
Calories
Calories are simply units of measure. They aren’t actually things in and of themselves; they are labels for other things, just like how an inch really isn’t anything, but it measures the distance between two points.
So what do calories measure?
Easy: they measure energy.
Yup, the evil calorie – the bane of the dieter’s existence – is really just a 3-syllable label for energy.
And it’s important to highlight this, because the body itself, despite its vast intelligence (much of which medical science cannot yet understand, only appreciate in awe) does not really do a very intelligent job of distinguishing good energy from bad.
Actually, to be blunt, the body doesn’t care about where the energy comes from. Let’s explore this a little more, because it’s very important to the overall understanding of how to boost your metabolism, particularly when we look at food choices.
15
In our choice-laden grocery stores, with dozens of varieties of foods – hundreds, perhaps – there seems to be a fairly clear awareness of what’s good food, and what’s bad or junk food.
For example, we don’t need a book to remind us that, all else being equal, a plum is a good food, whereas a tub of thick and creamy double-fudge ice cream is a bad food.
Not bad tasting, of course; but, really, you won’t find many fit people eating a vat of ice cream a day, for obvious reasons. So what does this have to do with calories and energy?
It’s this: while you and I can evaluate our food choices and say that something (like a plum) is a healthy source of energy, and something else (like a tub of ice cream) is an unhealthy source of energy, the body doesn’t evaluate. Really.
It sounds strange and amazing, but the body really doesn’t care. To the body, energy is energy. It takes whatever it gets, and doesn’t really know that some foods are healthier than others. It’s kind of like a garbage disposal: it takes what you put down it, whether it should go down or not.
So let’s apply this to the body, and to weight gain. When the body receives a calorie – which, as we know, is merely a label for energy – it must do something with that energy.
16
In other words, putting all other nutrients and minerals aside, if a plum delivers 100 calories to the body, it has to accept those 100 calories. The same goes for 500 calories from a (small) tub of ice cream: those 500 calories have to be dealt with.
Now, the body does two things to that energy: it either metabolizes it via anabolism, or it metabolizes it via catabolism. That is, it will either convert the energy (calories) into cells/tissue, or it will use that energy (calories) to break down cells.
Now the link between calories/energy, metabolism, and weight loss becomes rather clear and direct.
When there is an excess of energy, and the body can’t use this energy to deal with any needs at the time, it will be forced to create cells with that extra energy. It has to.
It doesn’t necessarily want to, but after figuring out that the energy can’t be used to do anything (such as help you exercise or digest some food), it has to turn it into cells through anabolism.
And those extra cells? Yup, you guessed it: added weight!
In a nutshell (and nuts have lots of calories by the way, so watch out and eat them in small portions…), the whole calorie/metabolism/weight gain thing is really just about excess energy.
17
When there are too many calories in the body – that is, when there’s too much energy from food – then the body transforms those calories into stuff.
And that stuff, most of the time, is fat. Sometimes, of course, those extra calories are transformed into muscle; and this is usually a good thing for those watching their weight or trying to maintain an optimal body fat ratio.
In fact, because muscles require calories to maintain, people with strong muscle tone burn calories without actually doing anything; their metabolism burns it for them.
This is the primary reason why exercising and building lean muscle is part of an overall program to boost your metabolism; because the more lean muscle you have, the more places excess calories can go before they’re turned into fat.
tidak menemukan yang anda cari? coba pencarian google!