Jumat, 18 Maret 2011

sistem pencernaan

0 komentar
Pencernaan

1. Pencernaan mekanis

a. Segmentasi

Ialah suatu kontraksi berbentuk cincin diikuti relaksasi yang ritmis dari segmen-segmen tertentu usus halus sewaktu chyme berada di dalam usus.
Segmentasi akan mengakibatkan chime bergerak maju mundur dengan tendensi lebih bergerak maju sehingga chyme akan tercampur dengan enzim-enzim pencernaan dan terjadi kontak dengan mukosa usus untuk diabsorbsi.
Setelah makanan diabsorbsi segmentasi berkurang dan diganti dengan gerakan peristaltik yang mendorong makanan menuju distal. Segmentasi sendiri terjadi karena adanya pace maker pada otot-otot polos usus yang mampu membentuk potensial aksi sendiri.
Rangsangan saraf parasimpatis memperkuat dan saraf simpatis memperlemah segmentasi.

b. Peristaltik

Ialah kontraksi otot-otot usus halus dibelakang chyme yang hasilnya akan mendorong chyme ke arah usus besar. Umumnya peristaltik terjadi setelah sebagian besar makanan telah diabsorbsi. Chyme bergerak didalam usus ± 60 cm/jam sehingga pencernaaan dan absorbsi di usus berlangsung selama 4-5 jam.

2. Pencernaan kimiawi

Kita coba telaah kembali pencernaan kimiawi pada saluran pencernaan makanan. Didalam mulut makanan yang berupa amilum (zat pati) mengalami pencernaan menjadi maltosa oleh ptyalin (aktivitas ptyalin dihentikan oleh HCl lambung)
Sebagian protein di dalam lambung dicernakan menjadi peptida oleh pepsin dan sebagian karbohidrat telah tercerna oleh ptyalin, sebagian lemak telah tercerna oleh ligual lipase sewaktu masuk ke dalam duodenum. Di dalam usus, getah pankreas, cairan empedu dan getah usus halus bekerjasama untuk menuntaskan pencernaan makanan.
Amylase pankreas akan merubah sisa-sisa amilum menjadi maltosa. Laktosa dan sukrosa tidak dicernakan pada mulut dan lambung. Didalam usus laktosa dicernakan oleh lactase menjadi glokosa dan galaktosa. Sukrosa oleh enzim sukrase dicernakan menjadi glokosa + froktosa, dan maltosa oleh enzim maltase dicernakan menjadi 2 glukosa.
Tripsin dan chymotripsin merubah protein menjadi peptida . carboxypeptidase dan aminopeptidase masing-masing memecah ikatan peptida pada ujung molekul polipeptida yang mengandung gugus karboksil dan amino.
Ribonuklease dan deoxyribonuklease memecah DNA dan RNA menjadi nukleotida, kemudian menjadi pentosa, purin dan pirimidin.
Garam empedu mengemulsikan lemak menjadi butiran-butiran kecil di dalam chyme sehingga lipase dapat mencapai molekul-molekul lemak dan menghidrolisa menjadi 2 asam lemak dan 1 monohlyserida.

Kamis, 10 Maret 2011

SISTEM ENDOKRIN

0 komentar
Aktivitas berbagai sel dan organ didalam tubuh diatur oleh dua sistem pengontrol

yaitu sistem endokrin dan sistem saraf. Sistem endokrin mengontrol dengan cara mensekresikan hormon yaitu suatu zat kimia, dalam jumlah kecil dalam darah. Kata hormon berasal dari bahasa yunani “hormao” yang berarti merangsang.
Melalui sirkulasi darah hormon mencapai sel-sel target (sel yang dituju) yang biasanya terletak jauh dari kelenjar endokrin. Pada sel-sel target ini terdapat reseptor-reseptor yang dapat mengikat jenis hormon tertentu secara selektif, pengikat ini mencetuskan reaksi kimia tertentu yang dapat merubah metabolisme dan fungsi sel tersebut. Dengan demikian biasanya efek kerja hormon agak lambat dibanding impuls saraf. Efek kerja hormon biasanya tampak setelah beberapa menit atau jam setelah hormon disekresikan.
Walaupun kerja hormon lebih lambat dibanding saraf , hormon dapat mengatur proses-proses yang lebih luas ketimbang saraf, misalnya hormon dapat mengontrol komposisi cairan tubuh, reproduksi, pertumbuhan, perkembangan, dan metabolisme. Hormon juga berperan dalam pertahanan tubuh terhadap hal-hal yang bersifat darurat seperti kelaparan, kehausan, stres, infeksi dan peradangan.
Beberapa organ tubuh berada dibawah kendali baik saraf maupun hormon, misalnya kegiatan denyut jantung berada dibawah kontrol saraf autonom (simphatis /parasimphatis), juga berada dibawah pengaruh hormon adrenalin.
Kelenjar Endokrin
Kelenjar endokrin adalah suatu kelenjar yang tidak memiliki saluran, mensekresikan suatu zat kimia yang disebut hormon ke dalam cairan interestiel di sekeliling sel kelenjar, kemudian cairan ini masuk kedalam peredaran darah untuk mempengaruhi sel atau organ tertentu yang letaknya jauh dari kelenjar endokrin.
Kelenjar Parenkrin
Kelenjar parenkrin adalah kelenjar yang atas suatu rangsang/impuls mensekresi suatu zat kimia yaitu lokal hormon ke cairan interestiel, mencapai ke sel-sel sekitarnya. Zat-zat kimia yang disekresikan ini biasanya cepat sekali dinonaktifkan oleh enzim-enzim tertentu dan tidak masuk ke pembuluh darah. Melihat definisi tersebut, neurotransmitter juga dapat dikategorikan sebagai parenkrin (lokal hormon). Bila lokal hormon tersebut juga mempengaruhi sel kelenjarnya sendiri maka sel-selnya disebut autokrin. Contoh dari lokal hormon adalah prostaglandin yang berupa suatu asam lemak tak jenuh.

Jumat, 11 Februari 2011

Beberapa Istilah Dalam Metabolisme

1 komentar
Setelah beberapa hari absen posting di blog ini (sibuk ngurus yang lain) kali ini saya ingin membagi pengetahuan (mungkin juga sudah banyak yang tahu) tentang beberapa istilah dalam metabolism.

Metabolisme Basal atau Basal Metabolism Rate(BMR)

Ialah kecepatan metabolisme yang diukur pada keadaan istirahat sempurna (fisik dan mental) pada suhu kamar sejuk, 12 jam setelah makan terakhir. Energi yang dikeluarkan pada BMR digunakan untuk homeostatis misalnya denyut jantung, bernafas, fungsi ginjal, dan saraf. Besar BMR tegantung pada luas permukaan tubuh, jenis kelamin, demam, keadaan hormon, usia, kehamilan, dan kelaparan. Diperkirakan BMR rata-rata seseorang 1kkal/kg/jam atau 40 kkal/m2/jam (m2 = luas permukaan tubuh, luas rata-rata orang dengan berat 60kg = 1,6m2).

Specific Dynamic Action

Ialah energi yang diperlukan bila seseorang mencernakan, mengabsorbsi dan mentransport nutrien dalam tubuh. Energi untuk specific dynamic action adalah 10% (BMR + aktifitas fisik)

Kebutuhan Kalori Setiap Hari

Secara praktis kalori yang dibutuhkan seseorang dapat dihitung dari:
- Seorang pekerja kantor banyak duduk perlu energi : BMR + 20%BMR
- Seseorang yang agak aktif perlu energi : BMR + 30%BMR
- Seseorang yang lebih aktif perlu energi : BMR + 40%BMR
- Seseorang yang sangat aktif perlu energi : BMR + 50%BMR
Semua itu masih perlu ditambah 10% dari total hasil diatas untuk specific dynamic action.

Heat Exhaution dan Heat Stroke

Bila seseorang memasuki suatu lingkungan yang panas dan hal ini berlangsung cukup lama maka untuk mempertahankan suhu tubuh orang tersebut akan mengeluarkan keringat berlebihan (kehilangan cairan dan garam-garam), kemudian dapat menimbulkan shock hyrovolemia dengan tanda-tanda denyut jantung melemah, kulit basah, pucat, tekanan darah turun, kondisi ini disebut juga heat exhaution.
Dapat juga orang tersebut terganggu kemampuan untuk menurunkan suhu tubuhnya, kulitnya tetap kering (sedikit berkeringat), suhu tubuh meningkat (>210C), denyut jantung cepat dan fungsi otak terganggu, penderita merasakan sakit kepala, pusing-pusing. Kondisi ini disebut Heat Stroke.
Pada heat exhaution penderita harus diberi cairan garam. Pada penderita heat stroke penderita harus disiram dan direndam air dingin. Heat exhaution dan heat stroke sering terjadi pada orang-orang yang menunaikan ibadah haji.

Frosbite, Frostnipe, Hypotermia

Kedinginan bbisa menimbulkan gangguan struktur dan fungsi kulit, sel-sel darah dan pembuluh darah atau menurunkan suhu tubuh (hypotermia). Frostnip sering terjadi pada orang-orang yang berada pada udara terbuka. Pada musim dingin, muka telinga, jari-jari menjadi pucat, dingin dalam 2-3 hari kemudian menyebabkan kulit melepuh dan mengelupas. Pada frosbite bagian yang terkena serangan menjadi putih dingin, tak berasa, bila dipanaskan menjadi merah dan sakit. Frosbite bisa mengakibatkan kematian jaringan. Pada hypotermia proses menggigil sering terhenti sehingga terjadi penurunan suhu tubuh yang mengakibatkan kekacauan mental, halusinasi, pernafasan dan denyut jantung menjadi lambat. Pada semua kasus, tindakan yang perlu dilakukan ialah penghangatan dengan baju hangat ataupun dengan air hangat.

Semoga bermanfaat.

Kamis, 03 Februari 2011

Mengenal Kloroplas

4 komentar

Struktur dan ultrastruktur kloroplas

Kloroplas terdapat pada sel-sel tumbuhan eukariotik, sel tumbuhan tinggi berisi 50-200 kloroplas. Kloroplas dapat dilihat dengan mikroskop biasa. Panjang antara 5 – 10 µm. pada tumbuhan rendah bentuknya sangat bervariasi, euglena gracillis memiliki 10 buah kloroplas setiap sel, pada chlamidomonas hanya sebuah berbentuk mangkuk, spirogyra mempunyai kloroplas seperti pita yang letaknya spiral sepanjang sel.

Tata nama dan kompartemen dalam kloroplas

Kloroplas memilki membran rangkap seperti pada mitokondria. Membran dalam dan membran luar dipisahkan oleh ruang antarmembran. Membran dalam memiliki hubungan dengan kompleks membran dalam kloroplas.

Kompleks membran (membran internal) sebagian besar memiliki bentuk seperti kantung pipih yang disebut tilakoid. Susunan /tumpukan tilakoid disebut granum, satu tilakoid dari granum disebut tilakoid granum. Sebagian tilakoid melebar kedalam stroma disebut tilakoid stroma. Tilakoid yang menghubungkan antar grana disebut “fret”. Pada beberapa literatur tidak ditemukan istilah tilakoid grana. Fret umumnya disebut lamela grana, bagian dalam tilakoid disebut lokulus.

Dengan adanya kompleks membran pada kloroplas terdapat tiga kompartemen yang terpisah yaitu ruang antarmembran lokulus dan stroma. Dari banyak penelitian menunjukkan bahwa lokulus merupakan ruangan yang terpisah dari ruang atar membran.

Membran luar

Membran luar kloroplas tumbuhan tinggi dipisahkan dari membran dalam dengan ruang antarmembran sejauh 10nm. Membran ini permeabel terhadap persenyawaan yang berat molekulnya rrendah seperti nukleotida, fosfat organik, derifat yang mengandung fosfat, asam karboksilat dan sukrosa. Jadi ruang antarmembran merupakan jalan masuk bebas untuk segala macam molekul makanan dari sitosol. Dilihat dari permeabilitasnya fungsi dari membran luar kloroplas dan mitokondria mempunyai persamaan.

Membran dalam

Membran dalam mempunyai sebagai “barrier” antara sitosol dan stroma kloroplas yang bersifat impermeabel terhadap sukrosa, sorbitol dan berbagai anion (misalnya di dalam trikarboksilat, fosfat, dan persenyawaan seperti nukleotida dan gula fosfat).
Meskipun impermeabel terhadap berbagai persenyawaan, membran dalam permeable terhadap CO2 dan asm mono karboksilat tertentu (misalnya asam asetat, asam gliserat, asam glikolat) dan kurang permeabel pada asam amino.

Seperti membran dalam mitokondria, membran dalam kloroplas memiliki “carrier” spesifik untuk mentranslokasi berbagai bahan metabolik yang penting seperti fosfat, fosfogliseerat, dehidroaseton fosfat, dikarboksilat, dan ATP.

Sistem membran interenal

Membran internal merupakan jaringan membran yang kompleks pada stroma dan sukar digambarkan seperti keadaan sebenarnya. Tapi bagaimanapun bentuk fisik yang sebenaranya, telah diketahui bahwa membran tilakoid berisi kelengkapan enzim yang komplit untuk melakukan reaksi terang pada fotosintesis. Disinilah letaknya klorofil pada organel kloroplas. Selain itu pada membran tilakoid terdapat “carrier” elektron dan faktor penggandeng (coupling facttors) transpor elektron pada waktu fosforilasi.
Gambar-gambar mikroskop elektron dari sistem membran internal menunjukkan adanya struktur yang serupa dengan F1 pada mitokondria yang berisi faktor penggandeng dengan ATPase

Rabu, 02 Februari 2011

Mengenal Mitokondria

0 komentar

Mitokondria (mito – benang, chondrion = granula) merupakan organel sel eukariotik yang berbentuk memanjang atau granula. Membran mitokondria terdiri atas liupoprotein dan mitokondria berisi berbagai enzim dan koenzim yang diperlukan untuk metabolisme energi. Pada mitokondria juga terdapat DNA khusus dan ribosom.

Mitokondria pertama kali diobservasi oleh Kolliker pada tahun 1880 pada otot serangga. Ia menemukan bahwa granula tersebut dapat mengembang dalam air. Pada tahun 1882 Fleming memberi nama fila dan pada tahun 1890 Altman memberi nama bioblas. Nama mitokondria berasal dari Benda (1897-1898). Tahun 1948 hogeboom melihat bahwa mitokondria sebagai tempat(lokasi) respirasi sel. Nass (1963) membuktikan bahwa didalam mitokondria terdapat DNA.

Morfologi dan Penyebaran Mitokondria

Mitokondria dapat diamati dengan mikroskop biasa. Ukurannya kira-kira sebesar bakteri panjang 3 µm dan lebar 0,5-1 µm. mitokondria seperti ini terdapat pada sel-sel ginjal, hati, dan pankreas. Pada jaringan lain ditemukan mitokondria dalam bentuk dan ukurang yang bervariasi.

Letak mitokondria didalam sel biasanya tidak teratur, namun beberapa diantaranya mengikuti pola tertentu. Contoh mitokondria yang disebut terakhir terdapat pada sel-sel otot lurik, letaknya tersusun diantara serabut-serabut kontraktil otot. Contoh lain adalahmitokondria pada sel sperma yng tersusun pada bagian ekor spermatozoa. Letak mitokondria seperti ini karena diperlukan sebagai sumber energi untuk kontraksi.

Jumlah mitokondria pada sel sangat bervariasi untuk setiap tipe sel, berkisar antara 0-100.000. sejenis algae yang tidak berwarna leucothrix dan nitreo scilla tidak mempunyai mitokondria, spermatozoa tertentu dan sejenis flagellata (chromulina) hanya mempunyai satu mitokondria si setiap sel. Pada telur beberapa landak laut dan sejenis amoeba Chaos chaos tiap sel berisi lebih dari 500.000 buah mitokondria. Pada umumnya ada hubungan antara jumlah mitokondria dengan kebutuhan metabolik pada sel tapi disamping itu ultrastruktur dari mitokondria juga menunjukkan pula dengan kebutuhan metabolik.

Mitokondria mempunyai sifat plastis (plasticity), karena itu bentuknya dapat berubah. Sifat plastis terutama terdapat pada mitokondria yang tedapat bebas pada sitosol. Pada otot lurik yang tidak bebas plasitisitasnya berklurang. Plastisitas dan gerakan dalam sel memudahkan penyebaran didalam sel yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan energi. Pada otot lurik yang mempunyai sifat kontraktil, energi yang dibutuhkan lebih ditujukan untuk keperluan kontraksi, katrena itu letak nya pun berada di antara serabut-serabut kontraktil.

Struktur Ultra Mitokondria

Mitokondria memiliki dua lapis membean yang memiliki kesamaan dengan membran unit sistem membran lain. Kedua membran tersebut adalah membran luar yang berbatasan dengan sitosol dan membran dalam yang berbatasan dengan matrix. Diantara membran luar dan membran dalam terdapat ruang antarmembran. Membran dalam membentuk lipatan-lipatan (lekukan) ke sebelah dalam yang disebut kristae (krista). Membran luar dan membran dalam pada mitokondria tertentu memiliki hubungan yang longgar. Karena adanya kristae membran dalam ukurannya lebih luas dari membran luar. Disebelah dalam membran dalam terdapat matrix. Pada penglihatan dengan pembesaran lemah matrix kelihatan bening dan amorf. Pada pembesaran kuat terlihat adanya partikel-partikel. Partikel-partikel tersebut berupa granula, ribosom atau poliribosom dan benang-benag DNA.

Bentuk lamelar dari kristae juga bervariasi. Pada mitokondria tipe sel tertentu memiliki bentuk tubular. Misalnya terdapat pada hampir semua protozoa dan dari berbagai sel mamalia yang menghasilkan steroid. Pada beberapa jenis amoeba tubulus mitokondria susunannya sangat teratur. Pada jaringan seperti kelenjar adrenal yang mensekresikan steroid, kristae sering mempunyai bentuk vesikular.

Penjelasan diatas merupakan beberapa contoh dari banyak sekali variasi morfologi kristae. Mengapa terdapat berbagai variasi? Belum jelas jawabannya, tetapi tidak dapat disangkan bahwa kristae mempunyai fungsi untuk memperluas permukaan membran.

Semoga bermanfaat

Selasa, 01 Februari 2011

Kolom Pembaca

0 komentar

Mulai saat ini “biologi punya blog” menyediakan “kolom pembaca” (nyontek dari tulisan pembaca yang ada di surat kabar).

Lalu apa keuntungan yang didapat oleh anda?, tentunya backlink gratis akan anda peroleh dengan sendirinya dan yang pasti anda bisa sekalian promosi melalui blog ini.

Syaratnya?

1. Blog harus hasil karya sendiri, tidak copas maupun transletan dari bahasa asing.

2. Isi berupa info, penelitian, wacana, uneg-uneg, review jurnal, atau apapun yang berhubungan dengan biologi dan dunia pendidikan.

3. Tulisan tidak dipublikasikan lagi ke situs atau media lain

4. Tulisan diketik dalam format DOC atau TXT

Kirim artikel anda langsung ke e-mail agus.upi@gmail.com ,
selamat mencoba.

Retikulum Endoplasma (RE)

7 komentar

Pengamatan terhadap retikulum endoplasma baru dapat dilakukan setelah ada mikroskop elektron pada tahun 1950. Beberapa tahun kemudian baru diketahui bahwa retikulum endoplasma mempunyai berbagai bentuk. Retikulum endoplasma merupakan organel sel yang tidak statis dan dapat dianggap sebagai salah satu komponen dari suatu sistem membran didalam sel yang terdiri atas berbagai organel. Jaringan sistem membran ini dalam bahasa inggris disebut cytocavitary network yang didalamnya termasuk mitokondria, lisosom, badan golgi, badan mikro, dan membran inti. Dengan adanya sistem tadi sitoplasma dibagi dalam dua kopartemen yaitu sitoplasma ekstra organel (sitosol) dan rongga-rongga intra membran (lumen). Jadi membran yang membangun sistem itu satu permukaan menghadap sitoplasma ekstra organel (sitosol) dan permukaan lain menghadap lumen dari sistem membran. Hal ini penting untuk diketahui sebagai dasar untuk membicarakan sifat-sifat membran.
Telah ditemukan bahwa retikulum endoplasma mempunyai hubungan dengan membran plasma dan membran luar dari selaput inti, sedangkan organel-organel lain tidak mempunyai hubungan langsung tetapi dapat terjadi interaksi secara langsung atau tidak. Jadi meskipun retikulum endoplasma merupakan organel tersendiri tapi struktur dan fungsinya memiliki hubungan dan tergantung pada bagian-bagian lain dari jaringan cytocavitary. Dengan demikian pada pembicaraan organel yang lain akan selalu menyangkut pembahasan materi ini.
Sifat umum retikulum endoplasma
Sistem membran yang dinamik membantu transpor di dalam sel eukariotik. Jaringan cytocavitary khususnya retikulum endoplasma mencegah stagnasi penyebaran enzim untuk aktifitas katabolik dan anabolik. Substrat yang vital dapat mencapai bagian dalam sel dengan cepat dengan cara fusi dan gerakan dari membran. Demikian juga dengan bahan yang disintesa di dalam sel dengan cara yang sama dapat cepat diangkut ke permukaan sel.
Bentuk mikroskopis retikulum endoplasma
Retikulum endoplasma memiliki fungsi yang bervariasi, hal ini menyebabkan adanya variasi secara morfologis. Dari pengamatan dengan mikroskop elektron pada sel hati terlihat adanya dua macam membran yang menyebabkan ada dua macam retikulum endoplasma. Membran yang mempunyai partikel-partikel ribosom dipermukaannya terlihat kasar dan membentuk retikulum endoplasma kasar (REK) dan membran yang tidak mempunyai ribosom terlihat halus disebut retikulum endoplasma halus (REH). REK biasa juga disebut sebagai retikulum endoplasma granular dan REH disebut retikulum endoplasma agranular.
Retikulum endoplasma kasar dan halus
REK mempunyai fungsi dalam sintesa protein didalam sel terutama sintesa protein sekresi dan protein untuk komponen retikulum endoplasma itu sendiri. REH mempunyai fungsi sebagai tempat reaksi sintesis maupun untuk modifikasi bahan-bahan yang mempunyai berat molekul rendah.
Adanya REK dan REH pada sel hati menunjukkan bahwa hati mempunyai berbagai peran dalam metabolisme. Memang telah diketahui bahwa reaksi-reaksi metabolisme antara (intermediary metabolism) terjadi didalam hati. Beberapa reaksi terjadi dalam dua tahap yaitu REK kemudian REH.
Tipe sel yang berbeda mempunyai rasio REK dan REH yang berbeda. Sel yang mempunyai peran dalam sintesis protein untuk bahan sekresi (secretory), REK merupakan bagian utama dari retikulum endoplasma pada sel tersebut. Sel yang mempunyai fungsi untuk sekresi steroid seperti pada sel-sel adrenal bagian korteks mempunyai retikulum endoplasma yang sebagian besar terdiri dari REH. Sintesis kolesterol dan reaksi-reaksi kimia untuk memodifikasi steroid menjadi progesteron dan deoksikortikosteron terjadi pada membran REH. Sel lain yang berisi banyak REH ialah sel-sel pigmen pada retina, Sel-sel pada kelenjar sebaseus, sel-sel interestial, pada testes dan korpus luteum.
Semoga bermanfaat.

Senin, 31 Januari 2011

Sistem Skelet (Rangka) Pada Manusia

0 komentar

Rangka manusia terdiri dari 206 tulang dan dibagi menjadi axial skeleton dan appendicular skeleton.
1. Axial skeleton (rangka poros, 80 tulang) yaitu costa, sternum, tulang-tulang kepala, dan tulang-tulang vertebrae, tulang-tulang ini membentuk sumbu tubuh.
2. Apendicular skeleton (rangka tambahan, 126 tulang)yaitu tulang-tulang gelang bahu, ekstremis atas, gelang panggul, dan ekstremis bawah.
Untuk lebih jelasnya adalah sebagai berikut:
1. Axial Skeleton
A. Tulang-tulang kepala (tengkorak), terdiri dari
Tulang –tulang tempurung, melindungi otak, organ pendengaran dan penglihatan, yaitu Os. frontalis (t. dahi) 1, Os. Parietalis (t. ubun-ubun) 2, Os. Temporalis (t. pelipis) 2, Os. Occipitalis (t. kepala belakang)1, Os. Spheinodalis (t. baji) 1, Os. Ethmoidalis (t. tapis) 1
Tulang muka, pemberi bentuk wajah terdiri dari Os. Maxillaris (t. rahang atas) 2, Os. nasalis (t. hidung) 2, Os. zygomaticus (t. pipi) 2, Os. Lacrimalis (t. air mata) 2, Os. Palatinus (t. langit-langit) 2 , Os. Concha nasalis inferior 2, Os. Mandibula (t rahang bawah) 1, Os. Vomer 1
Sewaktu lahir proses penulangan belum sempurna, beberapa tulang masih dalam bentuk membran fibrosa sehingga membentuk bagian lunak dibagian kepala yang disebut fontanel.
1. Fontanel anterior (1), berbentuk belah ketupat, terletak antara 2 tulang parietal dan 2 tulang frontal (pada bayi ada 2 tulang frontal). Fontanel ini menutup setelah bayi berumur 18 bulan.
2. Fontanel posterior (1), berbentuk segitiga terletak diantara 2 tulang parietal dan 1 tulang occipital, menutup setelah bayi berumur 2-4 bulan.
3. Fontanel sphenoidalis (2), terletak dibelakang os. Temporalis, menutup setelah bayi 2-4 bulan
4. Fontanel matoideus (2), terletak dibelakang os. Temporalis, menutup setelah bayi berumur 2-12 bulan.
Adanya fontanel ini sangat penting karena memungkinkan kepala bayi berubah bentuk sewaktu proses persalinan untuk menyesuaikan dengan jalan lahir panggul ibu. Juga memungkinkan perkembangan otak yang cepat pada bayi.
Bila prosessus palatin pada tulang maxilla tidak bersatu setelah lahir, maka akan terbentuk palatin sumbing (langit-langit sumbing), sering disertai bibir sumbing.
Sinus para nasalis adalah rongga yang terletak didalam tulang, yaitu sinus frontalis, sphenoidaus, ethmoidaus dan maxillaris. Rongga-rongga ini dialpisi oleh membran mukosa dan terhubung dengan rongga hidung, fungsinya adalah untuk menghasilkan lendir yang membantu dalam membasahi udara pernafasan, meringankan berat kepala, dan membentuk rongga resonansi suara. Peradangan yang terjadi pada sinus-sinus ini biasa disebut sinusitis.
B. Columna vertebralis
Terdiri dari jajaran vertebrae (26 pada orang dewasa, 33 pada bayi). Diantara tulang-tulang vertebrae terdapat discus intervertebralis yang terdiri dari tulang rawan fibrosa. Discus ini membentuk sendi yang kuat dan elastis, memungkinkan columna vertebralis bergerak ke segala arah. Diantara tulang vertebtrae terdapat foramen intervertebrae, melalui lubang-lubang inilah saraf perifer keluar dari vertebralis. Didalam columna vertebralis terdapat medulla spinalis yang merupakan bagian dari susunan saraf pusat.
C. Sternum dan costa
Sternum (tulang dada) terdiri dari manubrium sterni diatas corpus (badan) ditengah dan prosessus xyphoideus (taju pedang) di bawah. Sternum bersendi dengan tulang selangka (clavicula) dan 7 tulang costa teratas. prosessus xyphoideus terdiri dari tulang rawan dan akan menjadi tulang setelah 40 tahun. Karena terdiri dari sumsum merah dan mudah dicapai sternum sering dijadikan tempat pengambilan sumsum tulang pada pemeriksaan berbagai penyakit darah (biopsi sumsum tulang)
Costa (iga) terdiri dari 12 pasang tulang, costa 1-10 mempunyai tulang rawan, yang disebut tulang rawan costa. Costa 1-7 disebut costa sejati (vera) karena melekat langsung dengan sternum sedangkan costa 8-12 tidak melekat pada sternum sehingga disebut costa palsu (spuria). Costa 8-10 melekat pada costa ke-7 disebut costa vertebrachondral dan costa 11-12 disebut costa melayang. Ruang antara costa disebut intercosta diisi oleh otot dan pembuluh darah.
2. Apendicular Skeleton
A. Gelang bahu
Ada 2, kanan dan kiri, masing-masing terdiri dari tulang clavicula (selangka) dan scapula (belikat). Clavicula bersendi dengan manubrium sterni, sedangkan scapula dibelakang bergantung bebas melekat pada otot punggung. Ujung lateralnya bersendi dengan clavicula dan humerus (tulang lengan atas).
B. Ekstremitas atas
Ada 2 dikanan dan kiri, masing-masing terdiri dari tulang humerus, tulang ulna, tulang radius, tulang carpalia, tulang metacarpalia,dan tulang phalanges.
C. Gelang panggul
Terdiri dari 2 tulang coxae (t. pinggul) dikanan dan kiri. Gelang panggul sangat stabil yang berfungsi untuk menahan berat tubuh. Gelang panggul dibelakang bersendi denagan sacrum, didepan coxae bersendi dengan sesamanya pada simpisis pubis, sehingga terbentuklah suatu rongga yang menyerupai baskom disebut panggul. Panggul sendiri dibagi menjadi panggul besar (pelvis mayor) disebelah atas dan panggul kecil disebelah bawah (pelvis minor) disebelah bawah dengan garis batas sebelah belakang yaitu promontorium (sacrum bagian atas) sebelah samping garis innominata dan sebelah depan simpisis pubbis
D. Ekstremitas bawah
Terdapat disebelah kanan dan kiri yang terdiri dari tulang femur, tulang patella, tulang tibia, tulang fibula, tulang tarsalia, tulang metatarsus, dan tulang phalanges. Telpak kaki manusia melengkung dan tidak kaku sehingga berfungsi sebagai pegas sewaktu berjalan. Kalau ligamen-ligamen yang mempertahankan tulang-tulang telapak kaki melemah, lengkungan telapak kaki berkurang disebut telapak datar.
Semoga bermanfaat

Minggu, 30 Januari 2011

Tanya Kami (Mekanisme Pengaturan Suhu Tubuh)

0 komentar

Ini adalah jawaban pertanyaan dari sdr. Wahyudi (29 januari 2011), “bagaimana mekanisme tubuh untuk mempertahankan suhu tubuh?”
Berikut jawabannya menurut saya,
Dalam keadaan sehat suhu tubuh kita akan dipertahankan antara 36,5-37 0C. suhu ini merupakan suhu yang optimal untuk kita dalam melaksanakan proses-proses fisiologis tubuh. Suhu tubuh ini dapat dipertahankan karena terdapat keseimbangan antara panas yang yang diproduksi tubuh dan yang dikeluarkannya.
Faktor-faktor yang memengaruhinya antara lain olah raga, rangsangan simpatis, (nonadrenalin), hormon tiroksin, hormon adrenalin, dan kenaikan suhu tubuh sendiri untuk meningkatkan metabolisme tubuh (kenaikan 1 0C suhu tubuh meningkatkan 10% reaksi-reaksi kimia tubuh).
Sementara itu, ada beberapa cara tubuh mengeluarkan panas. Antara lain:
1. Radiasi
Tubuh kita akan meradiasikan panas bila benda disekitar kita (tanpa kontak) lebih dingin.
2. Konveksi
Udara dingin yang bergerak menyentuh tubuh akan membawa pergi panas tubuh (contoh AC)
3. Konduksi.
Benda dingin misalnya dinding yang menempel pada tubuh kita akan membawa pergi panas tubuh.
4. Penguapan
Penguapan keringat juga akan membawa sejumlah besar panas tubuh.
Pusat kontrol tubuh terhadap mekanisme-mekanisme pengaturan suhu tubuh sendiri adalah hipotalamus. Bila suhu tubuh meningkat > 370C maka darah yang bertemperatur lebih dari 37 0C ini akan merangsang pusat penghilang panas pada hipotalamus, terjadi refleks melalui saraf otonom untuk mendilatasi pembuluh darah kulit sehingga kulit menjadi merah dan panas. Kulit dan keringat yang panas akan menjadi dingin oleh proses radiasi, konveksi, dan konduksi.maka suhu tubuh pun akan menurun. Juga terjadi pengeluaran keringat sehingga terjadi proses penguapan dengan demikian sushu tubuh diharapkan menjadi normal kembali.
Bila suhu tubuh menurun < 37 0C, daranh dengan suhu tersebut akan merangsang pusat pembentuk panas pada hipotalamus yang akan:
1.Menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah tepi, sehingga kulitmenjadi dingin, dengan demikian kehilangan panas oleh kulit dikurangi
2.Otot menggigil menimbulkan panas.
3.Pengeluaran thyroxin oleh kelenjar tiroid yang meningkatkan BMR
4.Rangsang simpatis bertambahyang meningkatkan metabolisme sel.
Jadi hipotalamus juga bertindak sebagai termostat yang selalo menetel suhu tubuh tetap konstan.
Semoga membantu.

Fungsi Otak Yang Menakjubkan

0 komentar

Fungsi otak adalah mencakup belajar, ingatan, pertimbangan, bahasa, dll. Fisiologi fungsi-fungsi tersebut masih sangat kabur dan sulit dipelajari karena beberapa fungsi ini hanya terdapat pada manusia, sedangkan studi eksperimental pada manusia sangat dibatasi oleh moral dan hukum.
Beberapa fungsi utama otak adalah sebagai berikut:
1. Belajar
- Beberapa stimulus (rangsang) yang penting akan membangkitkan seseorang yang berkepentingan. Contoh: seorang ibu dapat tidur pulas pada ruangan yang ribut tetapi akan segera bangun jika bayinya menangis.
- Seseorang yang memperhatikan sesuatu akan mengabaikan stimulus lainnya.Contoh: tidak mendengar panggilan seseorang ketika sedang asik membaca komik. Jadi faktor perhatian sangat pentingh dalam berhasil tidaknya proses belajar.
- Condition reflex, contoh klasik adalah eksperimen pavlov. Suatu bel dibunyikan sebelum daging diberikan pada seekor anjing. Setelah dilakukan berulang-ulang maka bunyi bel akan menyebabkan sianjing akan mengeluarkan liurnya. Para pendidik mengembangkan condition reflex dengan jenis lain, yang berupa pujian (ganjaran) ataupun hukuman. Misalnya seseorang yang diperintahkan untuk melompat setinggi mungkin dan yang tertinggi mendapatkan hadiah. Hal ini sangat penting untuk suksesnya proses belajar. Kejadian hakiki dari conditional reflex adalah terjadinya jalur-jalur hubungan fungsional didalam sistem saraf. Pada eksperimen pavlov terjadi hubungan antara daerah –daerah oendengaran di otak dengan pusat-pusat otonom yang mengatur keluarnya air ludah.
2. Ingatan (Memory)
a. ingatan jangka pendek, merupakan proses memanggil kembali kedalam kesadaran pikiran-pikiran yang telah berlangsung beberapa saat yang lalu. Suatu teori tentang ingatan baru ini adalah terdapat suatu sirkuit impuls yang berputar-putar terus diantara neuron 1 ke neuron 2, ke neuron 3, ke neuron 4, ke neuron 5 dan kembali lagi ke neuron 1, dan seterusnya sehingga bila sekali dinyalakan maka impuls akan menjalar terus berjam-jam sampai berhari-hari. Ingatan baru mudah terganggu oleh berbagai gangguan otak misalnya pada geger otak, sseorang tidak bisa mengingat peristiwa-peristiwa yang terjadi beberapa saat sebelum geger otak terjadi.
b. ingatan jangka panjang, ialah suatu igatan yang mencakup pikiran /peristiwa yang terjadi berbulan-bulan atau bertahun-tahun yang lalu. Ingatan lama sangat stabil dapat bertahan walaupun seseorang telah mengalami geger otak ataupun degenerasi otak misalnya pada orang tua yang telah pikun, masih dapat mengingat peristiwa masa kanak-kanaknya, ingatan lama diduga disimpan sebagai perubahan-perubahan biokimiawi dalam sel-sel saraf, yaitu perubahan sintesa protein dan protein-protein ini bisa merubah (memperlancar) transmisi impuls pada sinaps. Dengan demikian jika kita berpikir maka sinaps-sinaps tertentu dalam 1 sirkuit akan dipacu dan impuls akan menjalar sehingga menghasilkan ingatan lama. Secara teoritis kita bisa menerangkan baha dengan mengulang-ulang ingatan baru akan merangsang diproduksinya protein-protein tertentu yang berguna untuk terbentuknya ingatan lama.
Semoga membantu

Sabtu, 29 Januari 2011

Sistem Saraf Otonom

0 komentar

Sistem saraf autonom mensarafi alat-alat dalam (visceral). Seperti sistem saraf somatis sistem saraf otonom juga terdiri dari komponen sensoris (afferent), pusat (medulla spinalis, otak) dan komponen motoris (efferent).
1. Komponen afferent
Pada alat-alat dalam terdapat reseptor-reseptor tekanan (osmoreceptor), reseptor zat kimia (chemoreseptor), reseptor sakit dan reseptor lainnya. Dari reseptor-reseptor ini impuls menjalar melalui serabut sensoris (komponen afferent) saraf otonom menuju medulla spinalis atau otak. Badan sel saraf sensoris terdapat pada ganglion-ganglion spinalis di akar dorsalis. Impuls kemudian keatas melalui tractus-tractus naik (tractus spinothalamicus) menuju cortex otak.
2. Pusat
Di kortex otak inilah impuls diinterpretasikan, hanya sensasi pada sistem saraf otonom lebih bersifat diffus (melebar), misalnya rasa lapar, ingin buang air besar,, mulas dan sering disertai rasa “enek”.
Dari serabut-serabut sensoris impuls juga dapat menuju tanduk lateralis, kemudian bersynaps dengan sel-sel motoris syaraf otonom, dari sini keluar impuls yang menuju effektor yang akan mengaktifkan otot jantung, otot polos dan kelenjar, sehingga terbentuklah suatu refleks.
Secara umum dapat dikatakan rangsang yang kuat dan abnormal dapat menimbulkan impuls yang mencapai korteks otak sehingga menimbulkan sensasi (rasa) pada syaraf otonom. Contohnya makanan yang sangat pedas dapat menimbulkan mulas. Sedangkan rangsangan yang fisiologis dan normal tidak akan mencapai cortex otak, sehingga “tidak dirasakan”. Contohnya peristaltik usus setelah makan.
3. Komponen efferent
Komponen efferent saraf somatis hanya terdiri dari 1 saja yaitu saraf motoris dan efektor yang disarafi adalah otot lurik. Bila neuron motoris mengeluarkan impuls maka otot berkontraksi, sebaliknya bila tidak mengeluarkan impuls maka otot berelaksasi. Komponen afferent saraf otonom ada 2 yaitu simphathis dan para simphathis. Alat-alat viseral tubuh menerima persyaratan dari kedua komponen, baik simphathis dan para simphathis. Kerja simphathis berlawanan dengan parasimphathis.
Berbeda dengan komponen motoris saraf somatis yang terdiri dari satu neuron, komponen motoris saraf otonom selalu terdiri dari 2 neuron, neuron ke I disebut neuron preganglionik, mempunyai badan sel yang terletak diotak atau medulla spinalis, aksonnya bermyelin, keluar dari sistem syaraf pusat sebagai bagian saraf otak atau saraf spinalis, kemudian akan bersinapsis dengan neuron ke II ayng disebut neuron post-ganglionik yang badan selnya terletak di ganglion otonom di luar SSP. Akson (serabut) dari neuron post-ganglion tidak bermyelin dan berakhir pada efektor (otot jantung, otot polos, kelenjar).
a. Sistem saraf simphathis
Badan sel-sel pre-ganglionik terletak di tanduk lateralis materi abu medulla spinalis dari thorax 1 sampai lumbar 2 sehingga disebut juga sistem syaraf thoraco-lumbar, akson-aksonnya keluar bersamaan akar ventralis, menuju ke ramus communicans putih, kemudian berrsynaps dengan neuron post-ganglionik di ganglion simphathis. Ganglion-ganglion simphathis membentuk suatu untaian dikanan kiri columna vertebralis yang disebut truncus simphathicus. Pada setiap sisi terdapat 22 ganglion (3 cervix, 11 thorax, 4 lumbar, 4 sacral).
Dari ganglion-ganglion ini keluar serabut-serabut (akson) post-ganglionik yang membentuk plexus menuju organ-organ visceral yaitu otot-otot polos di dalam bola mata, kelenjar air mata, kelenjar ludah, jantung, paru-paru, usus, ginjal, kandung kemih, alat genitalia, dsb.
b. Sistem saraf parasimphathis
Disebut juga cranio-sacral katrena badan sel neuron preganglionik terletak pada batang otak dan tanduk lateral medulla spinalis sacral 2 sampai sacral 4. Untuk bagian cranial, 3 serabut preganglionik mengikuti syaraf-syaraf otak ke III, VII, IX, kemudian bersynaps dengan ganglion-ganglionya (ciliaris, pterigoplatin, submandibular,otic)
Keempat ganglion ini terletak dekat sekali dengan organ-organ yang diinervasinya (otot-otot polos, bola mata, kelenjar ludah), sedangkan 1 serabut preganglionik mengikuti syaraf otak ke X dan mempunyai distribusi yang sangat luas yaitu alat-alat dalam jantung, paru-paru, hati usus, dsb. Badan sel neuron-neiuron post-ganglionik membentuk ganglion-ganglion terminal dekat organ-organ yang disyarafinya.
Untuk bagian sacral serabut-serabut preganglionik keluar bersama-sama syaraf-syaraf spinal, kemudian bersynaps dengan ganglion-ganglion terminal dan serabut-serabut post-ganglionik mensyarafi usus besar dan alat-alat genitalia.
Semoga bermanfaat.

Jumat, 28 Januari 2011

Pernapasan Buatan dan Pemijatan Jantung

0 komentar

Setiap saat sistem pernapasan dan system sirkulasi darah harus selalu dapat berfungsi secara baik untuk menyuplai oksigen yang memadai keseluruh jaringan tubuh.pada kasus-kasus tertentu misalnya keracunan gas CO, keracunan obat-obatan, tenggelam, tersambar petir, tersengat listrik, tercekik, serangan jantung dan sebagainya, sering terjadi sistem pernapasan dan sirkulasi terhenti fungsinya. Ini merupakan kasus darurat yang harus segera ditolong paling lambat dalam waktu 5 menit setelah kecelakaan terjadi; lebih cepat lebih baik karena terlambat berarti kerusakan jaringan dankematian
Pertolongannya berupa pernapasan buatan jika pernapasan berhenti, pemijatan jantung bila jantungberhenti berdenyut. Pertolongan bisa dilakukan di tempat kejadian sambil diupayakan untuk membawa korban kerumah sakit.
Tindakan pertolongan yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Langkah pertama adalah dengan membuka jalan nafas ke paru-paru korban (airway). Korban dibaringkan terlentang, penolong berada disampingnya. Bila penolong berada disebelah kanan maka dengan telapak tangan leher korban diangkat keatas sehingga dagu penderita tegak keatas, posisi ini akan membuka saluran pernapasan korban.
2. Langkah kedua adalah melakukan pernapasan buatan(brething) dengan tujuan memasukkan udara ke paru-paru. Prosedur ini dilakukan bila korban tidak dapat bernafas spontan meskipun jalan nafas telah terbuka. Pertama-tama akan dijelaskan pernapasan buatan mulut ke mulut. Cara ini paling dianjurkan karena terbukti paling paling efektif. Penolong menarik nafas dalam-dalam, lalu lekatkan mulut penolong pada mulut korban, hidung korban dijepit erat-erat diantara ibu jari dan telunjuk kiri penolong. hembuskan udara ekspirasi ke mulut korban agak kuat sehingga terlihat dada korban naik karena terisi udara. Kemudian penolong melepaskan mulutnya dan membiarkan korban mengeluarkan nafas secara pasif.ulangi usaha diatas 12 kali/menit, untuk korban anak-anak berikanlah hembusan udara yang sedikit lebih lembut dengan frekuensi 20 kali/menit. Walaupun yang masuk kedalam paru-paru korban adalah udara ekspirasi, tetapi masih mengandung 16% O2 dan 4,5% CO2 sehingga masih mengandung cukum oksigen untuk jaringan tubuh korban.
3. Langkah ketiga adalah melakukan pemijatan jantung dengan tujuan untuk melancarkan peredaran darah korban. Prosedur ini dilakukan bila jantung korban berhenti berdenyut. Hal ini dapat diketahui dengan meraba denyut nadi di arteri carotic leher korban. Bila denyut nadi maka harus segera dilakukan pemijatan jantung untuk melancarkan sirkulasi darah korban.
Letakkan pangkal telapak tangan pada bagian bawah tulang dada (sternum) korban, tetapi jangan diatas prosessus xiphoideus. Telapak tangan kiri penolong diletakkan diatas punggung tangan kanan tadi. Tekankan dada korban kebawah dengan kuat tetapi halus sejauh 3cm kemudian lepaskan lagi dengan frekuensi 60 kali/menit. Prosedur ini akan memeras jantung korban dan menghasilkan sirkulasi darah buatan. Bila dilakukan secara benar akan menghasilkan tekanan sistolis sebesar 95 mmHg dan sirkulasi darah ke otak dapat mencapai 40% dari keadaan normal. INGAT penekanan harus dilakukan ketulang dada, bukan ke prosessus xiphoxideus atau ke tulang iga. Penekanan ke prosessus xiphoxideus dapat menyebabkan tertusuknya hati, sedangkan penekanan ketulang iga dapat menyebabkan patah tulang iga.
Semoga Membantu

Kamis, 27 Januari 2011

klasifikasi mahluk hidup (kingdom plantae)

0 komentar

Tumbuhan adalah kelompok makhluk hidup eukariot fotosintetik yang tersusun atas banyak sel (multiseluler) dan memiliki jaringan yang sudah berkembang dengan baik. Tumbuhan hidup pada lingkungan darat, mulai dari lingkungan hutan, basah hingga daerah padang pasir atau tundra. Dalam sistem lima kingdom semua makhluk hidup yang tergolong tumbuhan dimasukkan ke dalam kingdom plantae. Adapun ciri-ciri makhluk hidup yang tergolong kingdom plantae adalah sebagai berikut (Sudjadi & Laila, 2004):
1. Struktur tubuh berupa multiseluler, eukariot dan memiliki sel-sel yang sudah terspesialisasi membentuk jaringan dan organ.
2. Mengandung klorofil a dan b serta karatenoid, menyimpan makanan dalam bentuk tepung, dan mempunyai dinding sel dari bahan selulosa.
3. Melindungi perkembangan embrio dari kekeringan dengan menyuplai air dan nutrisi ke dalam struktur reproduksi betina.
4. Mempunyai siklus hidup berupa pergiliran keturunan (metagenesis).
Secara umum kingdom plantae dibedakan menjadi dua kelompok utama, yaitu tumbuhan tidak berpembuluh dan tumbuhan berpembuluh. Anggota kelompok tumbuhan yang tidak berpembuluh adalah semua tumbuhan lumut (Bryophyta), sedangkan tumbuhan berpembuluh meliputi tumbuhan paku, tumbuhan biji yang dibagi menjadi Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka) dan Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup) (Sudjadi & Laila, 2004).
1. Tumbuhan tidak berpembuluh
Kelompok tumbuhan tidak berpembuluh umumnya hidup di tempat yang lembab. Tumbuhan tidak berpembuluh meliputi semua jenis tumbuhan lumut (Bryophyta). Lumut merupakan tumbuhan pertama yang hidup di darat. Tumbuhan lumut tidak mempunyai pembuluh angkut. Akan tetapi lumut mempunyai rizoid serupa benang yang berfungsi sebagai akar.
Berdasarkan strukutur tubuhnya, lumut dikelompokkan menjadi lumut hati (Hepaticae), lumut daun (Musci), dan lumut tanduk (Anthocerotacea). Lumut hati adalah tumbuhan sederhana yang berbentuk seperti pita. Contoh lumut hati adalah Marchantia. Lumut daun sudah memiliki bagian yang mirip batang dan daun. Contoh lumut daun adalah Polytrichum dan Sphagnum. Sedangkan lumut tanduk memiliki bentuk seperti tanduk, dan contoh lumut tanduk adalah Anthoceros sp.
2. Tumbuhan berpembuluh
Pada umumnya, kelompok tumbuhan berpembuluh telah memiliki berkas pengangkut yang membangun sistem pembuluh. Semua tumbuhan berpembuluh sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati. Tumbuhan yang sudah memiliki akar, batang, dan daun disebut tumbuhan kormus. Tumbuhan berpembuluh dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu tumbuhan paku (Pterydophyta), dan tumbuhan biji (Spermatophyta).
a. Tumbuhan paku (Pterydophyta)
Tumbuhan paku sudah memiliki akar, batang dan daun sejati. Pada umumnya batang tumbuhan paku sangat pendek. Mempunyai akar berupa akar tinggal (rhizoma). Hanya sebagian kecil yang mempunyai batang panjang. Daun tumbuhan paku dapat dibedakan dengan tumbuhan lainnya karena daun yang masih muda selalu menggulung. Tumbuhan paku memiliki klorofil sehingga dapat berfotosintesis. Contoh tumbuhan paku adalah paku sarang burung (Asplenium nidus), Sellaginella sp. (paku rane), Suplir (Adiantum sp), dan paku ekor kuda (Equisetum).
b. Tumbuhan biji (Spermatophyta)
Tumbuhan ini dinamakan tumbuhan biji karena dapat menghasilkan biji. Biji ini digunakan sebagai alat untuk berkembang biak. Biji dibentuk di dalam bunga, sehingga tumbuhan biji sering disebut tumbuhan berbunga. Proses terbentuknya biji pada bunga dimulai dengan proses penyerbukan yang diikuti oleh proses pembuahan.
Anggota kelompok tumbuhan biji memiliki persamaan dan perbedaan. Berdasarkan letak bijinya, tumbuhan biji terbagi menjadi dua, yaitu tumbuhan biji terbuka (Gymnospermae), dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae).
1) Tumbuhan biji terbuka (Gymnospermae)
Tumbuhan biji terbuka memiliki biji yang tidak ditutupi daging buah. Biji sebagai alat perkembangbiakan pada tumbuhan berbiji terbuka. Terletak dalam suatu badan berbentuk seperti kerucut yang disebut runjung (Strobilus). Terdapat dua macam runjung yaitu runjung jantan dan runjung betina. Dalam kelompok Gymnospermae terdapat spesies yang khas, yaitu Ginko biloba. Selain itu contoh tumbuhan yang lainnya dalah melinjo, pakis haji dan pinus. Kekhasan dari tumbuhan Gymnospermae ini adalah perakarannya tunggang, jarang berdaun yang lebar dan sistem tulang daunnya tidak beranekaragam serta bunga sesungguhnya belum ada tetapi membentuk strobilus.
2) Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae).
Tumbuhan biji tertutup memiliki biji yang ditutupi daging buah sehingga tidak terlihat dari luar. Tumbuhan biji tertutup merupakan tumbuhan dengan tingkat dan perkembangan paling tinggi. Saat ini, tumbuhan biji tertutup merupakan tumbuhan dengan jumlah spesies paling banyak yaitu sekitar 27.000 spesies, jumlah ini sangat banyak jika dibandingkan dengan tumbuhan biji terbuka yang hanya dikenal sebanyak 720 spesies saja. Berdasarkan jumlah keping bijinya (kotiledon), tumbuhan biji tertutup dibedakan menjadi tumbuhan berkeping satu (monokotiledon), dan tumbuhan berkeping dua (dikotiledon).
Tumbuhan berkeping satu (monokotiledon) memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Campbel, et al, 2003):
1. Memiliki satu kotiledon
2. Susunan tulang daun umumnya paralel/sejajar yang menjalar disepanjang helai daun.
3. Berkas pembuluh (vaskuler) umumnya tersusun secara kompleks
4. Sistem perakarannya serabut yang terdiri dari suatu anyaman akar yang mirip batang, yang menyebar di bawah permukaan tanah.
5. Bagian-bagian bunga umumnya kelipatan tiga
Tumbuhan monokotil meliputi family Arecaceace, Araceae, Poaceae, Cyperasceae, Musaseae, Zingiberasaceae, Liliaceae, Iridaceae. Contoh tumbuhan yang tergolong tumbuhan monokotil diantaranya anggrek, bambu, palem, bunga bakung, juga rumput-rumputan seperti gandum, jagung, dan padi.
Tumbuhan berkeping dua (dikotiledon) memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Campbel, et al, 2003):
1. Memiliki dua kotiledon (dua keping lembaga)
2. Susunan tulang daun umumnya seperti jari (menjari). Umumnya daun memiliki banyak percabangan pada tulang daun utama
3. Berkas pembuluh (vaskuler) umumnya tersusun dalam bentuk lingkaran
4. Sistem perakaran tungang, yang terdiri dari satu akar vertikal yang besar yang menghasilkan akar lateral yang leih kecil
5. Bagian-bagian bunga umumnya dalam kelipatan empat atau lima
Tumbuhan dikotil meliputi famili Euphorbiaceae, Solananaceae, Myrtaceae, Campositae, Papilionaceae, Mimosaceae, Caesalpiniaceae, Malvaceae, Lauraceae, Moraceae, Nyctaginaceae, Amarantaceae, Caricaceae, Rutaceae, Apocynaceae, Acanthaceae, dan Rubiaceae. Contoh tumbuhan yang tergolong tumbuhan dikotil diantaranya mawar, kacang-kacangan, bunga matahari, dan pohon jati.

Rabu, 26 Januari 2011

Meningkatkan Google Pagerank

5 komentar


Page Rank 2 (akhirnya)
Ibarat pepatah “orang menanam padi maka pasti tumbuh padi,ga mungkin ilalang”. Begitu juga didunia maya siapa yang berusaha maka pasti akan Berjaya.
Banyak para blogger mengatakan untuk meningkatkan pagerank blog caranya adalah dengan rajin meninggalkan backlink pada blog atau situs lain, meskipun tidak sepenuhnya salah tetapi cara tersebut sebenarnya hanya membuat kita menghabiskan waktu di depan komputer dengan pekerjaan yang “kurang bermanfaat” (kecuali jika dibarengi dengan menimba ilmu dari master tentunya).
Dari pengalaman dari blog ini, ternyata google pagerank kurang mempedulikan jumlah backlink dari suatu blog. Tapi yang jauh lebih penting adalah konten yang terkandung dan tentu saja kunjungan pada blog kita. Terbukti dengan hanya memiliki backlink 18-19 blog ini ternyata berhasil menyabet 2 balok di google pagerank.
So, semuanya terserah anda, mau meningkatkan pagerank dengan banyak memproduksi backlink atau mulai menulis artikel sendiri, sekalipun itu sangat sederhana…
Semoga membantu

Kamis, 12 Agustus 2010

Protein GM130 Pada Badan Golgi Mengatur Morfologi Dan Fungsi Dari Sentrosom

1 komentar

Tulisan ini berisi tentang penelitian yang dilakukan pada aparatus golgi, lebih spesifik lagi yaitu pada salah satu jenis protein yang ada padanya, yakni protein GM130. Peneliti berusaha menggali informasi mengenai kaitan antar protein ini dengan bentuk dan fungsi sentrosom pada sel.
Sentriol pada sel hewan dapat dibentuk melalui dua jalur, melalui jalur template-based dan de novo formation. Pembentukan sentrosom terjadinya pada saat sel pada fase sintesis. Fase-fase pembentukan pada sel sangat penting artinya untuk kelangsungan sel, karena ia nantinya akan menentukan berapa sel hasil pembelahan yang dilakukan, kearahmana kromosom harus berpindah, dan juga bagaimana proses pembagian tiap set kromosom.
Berdasarkan penelitian ada bukti kuat fase-fase pembentukan sentrosom tersebut diatur oleh badan golgi, dalam hal ini protein dari golgi. Peneliti membuktikan bahwa protein GRASP65 dan GM130 yang terdapat pada badan golgi berperan dalam proses pembentukan benang-benang spindel dan juga perkembangan sel. Berkurangnya jumlah protein ini menyebabkan benang spindel arahnya menyimpang dari jalur seharusnya, kegagalan menangkap kromosom, dan kematian sel.
Protein GM130 berbentuk seperti kumparan yang melilit bagian cis dari badan golgi, protein ini juga sekaligus mengatur keberadaan protein GRASP65. Berdasarkan penelitian sebelumnya telah diketahui pula protein GM130 juga berperan pada proses fragmentasi badan golgi pada saat pembelahan sel, transportasi antara retikulum endoplasma - badan golgi, pembentukan pita badan golgi, dan migrasi sel.
Penelitian ini memberikan bukti bahwa protein GM130 pada badan golgi mengatur proses asosiasi antara protein GRASP65 dengan badan golgi yang diperlukan pada proses pembentukan gelendong pada kedua kutub sel pada proses pembelahan sel. Namun proteinGM130 terbukti tidak mengatur secara langsung proses tersebut. lebih kusus peran protein GM130 adalah untuk mengatur morfologi kromosom dan juga fungsinya sebelum sel memasuki tahapan bembelahan sel.
Protein GM130 diperlukan untuk pembentukan kedua jenis sentromer yang normal pada saat sel berada pada fase interfase maupun pada saat pembelahan sel. Temuan lainnya adalah bahwa protein GM130 juga berperan dalam siklus sel, organisasi sentrosom maupun fungsi dari sentrosom. Dan proses-proses tersebut juga dibantu oleh kehadiran protein GRASP65.
Selain efek pada sentrosom, peneliti menemukan bahwa berkurang/rusaknya protein GM130 pada badan golgi mengakibatkan gangguan pada sistem organisasi mikrotubulus, dan juga gangguan pada proses migrasi sel. Menurut peneliti peristiwa ini terjadi sebagai akibat konsekuensi dari gagalnya pembentukan sentrosom pada fase interfase, dan juga karena protein GM130 berperan dalam mengkoordinasi mikrotubulus dan juga migrasi sel.

Jumat, 06 Agustus 2010

Melakukan eksekusi tendangan bebas pada game PES (pro evolution soccer)

2 komentar

Melakukan eksekusi tendangan bebas pada game PES (pro evolution soccer) memang gampang-gampang susah, sangat berbeda dengan edisi-edisi Pes sebelumnya Pada pes 2010 memang dibutuhkan keahlian khusus untuk melakukannya, yang perlu dilakukan saat akan mengambil tendangan bebas adalah:
1. Pilih pemain yang tepat, misalkan jika tendangan bebas didapat pada sisi kiri pertahanan usakan pemain yang mengambilnya menggunakan kaki kirinya untuk menembak
2. Pilih sudut terjauh dari kiper, tendangan bebas tidak akan berhasil bila ada pada jarak ideal kiper sekalipun ronaldo penendangnya.
3. Usahakan arahkan pada pagar betis yang pemainnya tidak teralu tinggi, hal ini untuk menghindari tendangan membentur pagar betis
4. Power tendangan yang akurat, jangan memberikan power berlebih pada tendangan usahakan dibawah setengah indikator power.
5. Berikan tendangan menyusur tanah, jika pemain pagar betis terlalu tinggi kita dapat melakukan alternatif lain yakni dengan melakukan tendangan menyusur tanah caranya dengan menekan button (2) + kursor kebawah secara bersamaan.namun sebelumnya arah tendangan juga perlu di set agar jauh dari jangkauan kiper.
Semoga membantu...

Sabtu, 31 Juli 2010

Insulin

0 komentar

Insulin adalah hormon yang mengendalikan gula darah. Tubuh menyerap mayoritas karohidrat sebagai glukosa (gula darah). Dengan meningkatnya gula darah setelah makan, pankreas melepaskan Insulin yang membantu membawa gula darah ke dalam sel untuk digunakan sebagai bahan bakar atau disimpan sebagai lemak apabila kelebihan. Tampa bantuan hormone, kadar gula darah akan mengalami fluktuasi yang besar. Kadar gula darah akan segera meningkat sesudah makan, dan sebaliknya jika tidak ada asupan makanan pada priode tertentu, kadar gula darah akan turun sangat rendah. Untuk mencegah terjadinya fluktuasi yang membahayakan tubuh akan meregulasi glukosa darah dengan menggunakan hormone insulin. Hormone insulin disekresikan oleh sel-sel beta pancreas apabila kadar gula darah meninggi (hiperglikemia), yang biasanya terjadi sesudah makan. Peningkatan kadar gula darah ini akan merangsang sekresi insulin dari sel-sel β pulau langerhans pancreas. Sekresi insulin ini berlangsung dalam dua fase, pada fase pertama kadar insulin melonjak tinggi seketika. Hal ini terjadi 10 menit setelah kenaikan kadar gula darah, karena ada simpanan insulin dalam granula. Kemudian terjadi fase kedua yang bersifat lambat berlangsung selama lebih dari 10 menit sampai 2 jam. Dalam jam pertama seseudah makan, gula darah meningkat sampai 160 mg%, dan kemudian menurun lagi berkat pengaruh insulin, sehingga 2 jam sesudah makan kadar gula darah normal kembali yakni 160 mg%. insulin akan merangsang pengambilan glukosa oleh jaringan dan kemudian memecahnya menjadi energi, penyimpanan dalam bentukglikogen dan mengubahnya lemak. Dengan proses tersebut kadar gula darah akan menurun dan kembali normal. Sebaliknya bila kadar gula darah rendah, hormone glukagen yang dihasilkan sel-sel α pancreas akan menstimulasi sintesa glukosa dari asam amino yang mengebabkan terlepasnya glikogen dari hepar, yang akan meningkatkan kadar gula darah. Jadi aktivitas hormone insulin dan glikagon berlawanan satu sama lain

Tanya Kami

0 komentar

Mulai saat ini agushome menyediakan kolom tanya jawab seputar permasalahan biologi dan komputer, bagi anda yang ingin bertanya atau memberi komentar tentang blog ini, silahkan mengirim pertanyaan anda ke
1. e-mail : maximus_bac@yahoo.co.id
2. facebook : http://www.facebook.com/agus.wr10
3. twitter : http://twitter.com/agus_maksum
setiap pertanyaan akan dijawab di kolom diskusi pada blog ini.
kami sangat menghargai dan terimakasih untuk setiap pertanyaan, kritik, saran,maupun komentar yang anda berikan untuk kami.

Jumat, 30 Juli 2010

Mendaftar Ulang Google Adsense Setelah Dibanned

0 komentar

Anda sudah pernah kena banned oleh adsense? Apakah anda ingin mendaftarkan situs itu lagi?. Mungkin banyak orang mengira bahwa jika kita telah di banned oleh google maka kita tidak akan bisa lagi mendaftarkan semua situs yang kita miliki ke google adsense. Ternyata pendapat tersebut salah besar.
Menurut penuturan beberapa orang ternyata banned adsense hanya berlaku untuk situs yang kita daftarkan ketika mendaftar adsense saja. Karena itu, untuk blog-blog lain kita (meskipun pernah ditempeli iklan adsense) tidak akan terkena banned serupa. Artinya kita masih bisa mendaftarkan blog terseebut ke google adsense (jika memenuhi syarat tentu).
Untuk mengetahui apakah situs kita telah kena bann caranya adalah
a. akses http://mypagerank.net ,
b. pilih gogle adsense banned service
c. pilih google check banned service
d. masukkan alamat blog pada kolom “enter your domain name
e. pilih submit
dengan begitu kita akan langsung mengetahui apakah domain / blog kita telah dibann oleh google. Menurut pengalaman beberapa blogger cara tersebut cukup efektif untuk melihat apakah google dapat meng-approve situs kita sekalipun pernah ditempeli iklan dari adsense.
Selamat mencoba

Kamis, 29 Juli 2010

Kelemahan publisher iklan lokal

2 komentar

Saat ini diindonesia sudah sangat banyak publisher lokal yang berkembang, sebut saja kumpulblogger, ppc indo, ansense champ, ppc muslim, kliksaya, dll. Tapi apakah banyaknya pilihan tersebut membuat kita dapat dengan mudah memilih publisher lokal mana yang kualitasnya paling baik? Ternyata tidak juga, dari hampir semua publisher iklan tersebut (yang pernah saya coba langsung :kumpul blogger, adsense champ, ppc indo, lainnya dari info rekan yang lain) hanya kumpul blogger yang “pernah” memberi saya pendapatan, itupun tidak banyak. Total selama mengikuti kumpulblogger saya hanya mengumpulkan Rp420.000 rupiah saja, selama lebih kurang 6 bulan. Itu juga hanya berlaku hingga 3 bulan-an lalu, semenjak bulan maret (kalau tidak salah) sampai juli earning saya berhenti di angka Rp900. Kenapa Bisa? Saya pun lantas berusaha mencari tahu, mulai googling mencari-cari adakah teman yang senasib dengan saya. Kemudian akhirnya saya tahu juga dari teman nge-blog ternyata saat ini kumpul blogger tidak mengakui klik iklan kita jika klik tersebut berasal dari jaringan gprs, 3G, maupun HSDPA.jadi otomatis untuk pengguna/pembaca blog kita yang menggunakan modem (apapun provider-nya) tidak akan diperhitungkan jika ia meg-klik iklan kumpul blogger kita.
Lain kumpul blogger lain pulaadsense champ, setelah saya memasukkan kode HTML iklan ke dalam blog yang saya dapat bukannya rupiah, tapi makin beratnya blog ketika dibuka.bahkan sering kali menyebabkan halaman blog jadi eror.
Setelahberbagai kejadian itu, saya pun memutuskan untuk membanned publisher lokal dari blog-blog saya, dari pada hanya menambah berat blog mending saya pasang google adsense saja, meski hanya adsense for search (karena blog bahasa indo)tapi lumayan lah, itung-itung ngumpulin receh.
Lebih baik sedikit dari pada tidak sama sekali...


nb:
mohon maaf gambar yang tertampil hanya kumpul blogger, mudah-mudahan tidak mengakibatkan kesalahpahaman
tidak menemukan yang anda cari? coba pencarian google!